Selasa, 10 Januari 2012

arsip 2011 | Irjen Oegroseno: Masih Banyak Jenderal Lain Yang Layak jadi Wakapolri

WAWANCARA
Irjen Oegroseno: Masih Banyak Jenderal Lain Yang Layak jadi Wakapolri
Selasa, 11 Januari 2011 , 03:20:00 WIB

IRJEN OEGROSENO


RMOL. Wakapolri Jusuf Manggabarani tidak lama lagi memasuki usia
pensiun. Sejumlah jenderal bintang dua dan tiga mulai digadang-gadang
mengisi posisi Tribrata II tersebut.

Mereka adalah Inspektur Penga­wasan Umum (Irwasum) Polri Komjen Nanan
Sukarna, Kepala Lembaga Pendidikan Polri (Kalemdikpol) Komjen Imam
Sudjarwo, dan Kapolda Sumatera Utara Irjen Oegroseno.

Dihubungi Rakyat Merdeka tadi malam, Oegroseno tidak mau menonjolkan
diri atas banyak pihak yang menjagokannya seba­gai Wakapolri. Bahkan,
menurut­nya, lebih banyak jenderal lain yang layak menjadi orang kedua
di kepolisian itu.

"Ya, masih banyak jenderal lain kan yang lebih baik dari saya menjadi
Wakapolri," katanya.

Jusuf Manggabarani akan me­masuki masa pensiun 11 Februari 2011.
Penentuan siapa yang akan mengisi jabatan Wakapolri meru­pakan hak
prerogatif Kapolri Jenderal Timur Pradopo.

Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Novel Ali meminta agar
proses pemilihan dan penetapan Wakapolri hen­dak­nya dijauhkan dari
intrik politik.

"Pesan saya hanya satu, pemi­lihan Wakapolri jangan dipoliti­sir.
Jangan ada mandat, pesan-pesan atau atau deal politik ke­pada
Wakapolri," kata Novel di Semarang, kemarin.

Jabatan Wakapolri hendaknya dijauhkan dari politik karena posisinya
yang benar-benar harus profesional. Pemilihan dan pene­tapan Wakapolri
menjadi hak Ka­polri Timur Pradopo. "Kompol­nas akan manut dengan
pilihan kapolri," ujar Novel. Sebab, se­suai atu­ran, Kompolnas hanya
berhak memberikan pertim­ba­ngan jabatan Kapolri saja, se­dangkan
Wakapolri merupakan hak prerogatif Kapolri.

Novel enggan menyebut siapa kader polisi terbaik yang layak menjabat
wakapolri. "Semua la­yak. Kalau opini publik sudah mengarah ke
beberapa nama maka mereka layak."

Sementara Presidium Indone­sia Police Watch (IPW) Neta S Pane
mengharapkan agar Kapolri diharapkan memilih figur yang berpengalaman,
berintegritas, dan mendorong reformasi Polri dan memberantas praktek
mafia hukum, agar kasus Gayus tidak terulang.

Bahkan Neta menyebut Oe­gro­­seno pantas menjadi Waka­polri. Selain
itu, Nanan Sukarna dan Imam Sudjarwo.

Oegroseno menjabat Kapolda Sumut, 4 Maret 2010, mengganti­kan Irjen
Badrodin Haiti. Namun sebelum menjabat Kapolda Su­mut, Oegroseno
menjabat Kepala Divisi Propam Mabes Polri.

Oegroseno merupakan alum­nus Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1978,
satu angkatan dengan Nanan Sukarna dan Timur Pradopo. Pria kelahiran
Jakarta, 17 Februari 1956 itu me­rupakan lulusan terbaik ke-2.

Berikut kutipan wa­wancara de­ngan Oegro­seno:

Anda dipersiapkan sebagai calon Wakapolri, ba­gaimana pen­dapat Anda?
Ah, nggaklah. Nggak begitu...

Kabarnya Anda salah satu yang dielus menjadi kandidat Wakapolri?
Masih banyak calon yang lebih baik dari saya.

Sepertinya Anda ter­lalu me­ren­dah ya?
Ya masih banyak calon yang lebih baik dari saya. Polisi ba­nyak
calonnya.

Tapi banyak pihak yang ber­harap Anda yang mendam­pingi Timur Pradopo?
Saya yakin masih banyak jen­deral lain yang lebih baik dari saya
menjadi Wakapolri.

Apakah Anda tahu sudah di­gadang-gadang menjadi Waka­polri?
Saya sampai sekarang ini tidak tahu. Saya inikan Kapolda Suma­tera
Utara, ya saya kerja saja. Kalau orang diluar ribut-ribut soal itu
(Wakapolri), malah saya tidak tahu.

Ah, masa sih Anda tidak tahu soal penggantian Wakapolri?
Ya, nggak tahu.

Apa belum ada informasi dari Kapolri kepada Anda soal posisi
Wakapolri?
Nggak ada informasi ke saya.

Menurut Anda kriteria calon Wakapolri seperti apa?
Tentu orangnya harus pintar dan punya integritas. Itu antara lain
kriterianya.

Siapa kira-kira yang meme­nuhi kriteria itu?
Banyaklah. Yang baik-baik kan masih banyak. Yang lebih baik dari saya
masih banyak. Jadi bukan hanya seorang saja yang dicalonkan, semua
saja dicalon­kan biar lebih banyak.

Bagaimana menurut Anda so­sok Nanan Sukarna dan Imam Sudjarwo?
Pak Nanan bagus, Pak Imam juga bagus. Keduanya pantas menjadi
Wakapolri.

Apa harapan Anda terkait penggantian Wakapolri ini ?
Siapapun yang dipilih Pak Kapolri menjadi Wakapolri tentu itu yang
terbaik. Jadi, ya harapan saya siapapun yang dipilih nanti, ya itu
yang pantas, yang penting kan orang dalam, kan nggak mungkin dari
luar. Itu saja.

Punya usulan ke Kapolri?
Saya nggak punya hak untuk mengusulkan ke Pak Kapolri, itu terserah
beliau saja.

Menurut catatan Anda, di ta­hun 2010 bagaimana pelaksa­naan tugas-
tugas kepolisian?
Baik semua, tidak ada masalah.

Sejauh ini bagaimana koor­di­nasi pusat dan daerah untuk pelaksanaan
tugas-tugas kepo­lisian?
Baik-baik saja, tidak ada ma­salah. Yang penting kalau pusat datang ke
daerah, koor­dinasi dengan wilayah. Ya, itu saja.

Dalam koordinasi apa tidak ada hambatan?
Tidak ada. Pokoknya, saling mengingatkan saja. Gitu saja. Pusat
mengingatkan wilayah, dan sebailnya wilayah mengingatkan pusat. Jadi
kalau orang wilayah ke pusat, ya lapor ke pusat. Orang pusat ke
wilayah, ya lapor ke wi­la­yah, koordinasi itu saja. Kalau lebih dari
24 jam, lapor RT/RW sebagai tamu.

Memang ada ketentuan se­perti itu yang Anda tetapkan di Sumateta
Utara?
Iya, kalau ada tamu di Sumut ada tamu lebih dari 24 jam harus lapor RT/
RW.

Apa harapan Anda terhadap kinerja kepolisian di 2011?
Ya polisi jelas harus lebih baik dari 2010, itu kan harapan Pak
Presiden SBY. Berarti 2011 harus bisa lebih bagus, itu saja. [RM]

http://www.rakyatmerdeka.co.id/news.php?id=14591

--
"One Touch In BOX"

To post : @googlegroups.com
Unsubscribe : -unsubscribe@@googlegroups.com

"Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan"-- Publilius Syrus

Catatan : - Gunakan bahasa yang baik dan santun
- Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu
- Hindari ONE-LINER
- POTONG EKOR EMAIL
- DILARANG SARA
- Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau
Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda. -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------
"Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan." -- Otto Von Bismarck.
"Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya" -Ali bin Abi Talib.

www.idepintar.blogspot.com

◄ Newer Post Older Post ►
 

© Kini Aku Tahu Powered by Blogger