Rabu, 15 Februari 2012

arsip 2012 | PDIP Ungkit Tari Perut di Turki, PKS-Golkar Ancam Ungkap Aib

Rabu, 16/02/2011 13:43 WIB
PDIP Ungkit Tari Perut di Turki, PKS-Golkar Ancam Ungkap Aib
Rachmadin Ismail - detikNews

Gayus Lumbuun (dok.detikcom


Jakarta - Perseteruan antara Gayus Lumbuun dengan mantan koleganya di BK
DPR belum juga berakhir. Politisi senior PDIP itu menggugat kepatutan
anggota BK DPR yang ikut merancang dan mengumumkan usulan revisi kode
etik anggota DPR dengan mengungkit kasus tari perut di Turki.

Tentu saja anggota BK DPR melakukan 'serangan balasan'. Maka terjadilah
aksi sindirin berbalas ancaman antara Gayus Lumbuun vs Anshari Siregar
(Fraksi PKS) dan Nudirman Munir (Fraksi Golkar) dalam sidang paripurna
DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (16/2/2011).

Insiden dimulai dari sesi pembacaan rancangan revisi kode etik anggota
DPR yang memang menjadi salah satu agenda pokok rapat paripurna siang
ini. Seusai draf tuntas dibacakan oleh Nudirman Munir selaku Wakil
Pimpinan BK DPR, seluruh peserta sidang berkesempatan menyampaikan
padangannya.

Gayus Lumbuun mendapat giliran ke-4. Meski tidak secara tersurat, tapi
pernyataannya jelas merujuk pada perjalanan dinas anggota BK DPR ke
Yunani untuk melakukan studi banding soal etika yang menjadi ramai
karena 'mampir' ke Turki.

"Yang ingin saya ingatkan adalah kepatutan dari anggota yang membahas
ini. Ada pengaduan publik soal pelanggaran etika yang melibatkan
pimpinan BK sendiri, seharusnya itu dahulu diselesaikan," ujar Gayus
yang intens mengungkit kasus ini.

"Sekarang ada 20 pengaduan yang tidak tertangani. Karena itu kelayakan
anggota BK yang ikut memproses perancangan ini harus dipertanyakan.
Sebab banyak sekali laporan termasuk soal perjalanan dinas," sambung
politisi PDIP ini dari tempat duduknya.

Pernyataan itu langsung disambar oleh Anshori Siregar, anggota BK DPR
dari Fraksi PKS. Dia menuding bahwa sebenarnya Gayus Lumbuun yang
menyebarkan isu soal tari perut dan minta agar pernyataan itu dicabut.

"Perjalanan kami ke sana tak ada yang salah. Saya tahu semua berita
tentang tari perut itu berasal dari Abangnda Gayus Lumbuun. Tidak benar
kami menonton tari perut. Mohon Abangnda Gayus Lumbuun mencabut
omongannya," ujarnya dalam intonasi suara yang terdengar tinggi.

"Salahkah saya sebagai pimpinan BK saat itu mengusut pengaduan dari
masyarakat? Itu jawaban saya," sergah Gayus.

Kini giliran Nudirman Munir yang menanggapinya. Politisi senior dari
Partai Golkar itu mengingatkan rapat paripurna bukan ajang untuk saling
membuka luka lama. Tapi bila Gayus Lumbuun menghendaki demikian, dia
siap buka-buka informasi soal aib.

"Ini bukan ranahnya caci maki atau nuduh-menuduh, ada tempatnya kita
bicara soal itu. Di dalam rapat ini saya bisa buka hal-hal yang bisa
menjadi aib, tetapi saya tahu ini bukan tempatnya. Jangan diteruskan,
kalau diteruskan saya bisa buka siapa yang melakukan apa," ancamnya.

"Saya minta kepada Bapak Pimpinan sidang untuk selesaikan masalah ini,"
sambung Nudirman.

Priyo Budi Santoso yang bertindak selaku pimpinan sidang langsung angkat
bicara. Wakil Ketua DPR dari Fraksi Golkar itu menuruti permintaan
Nudirman Munir agar adu mulut segera dihentikan.

"Baiklah untuk masalah ini kita cukupkan sampai di sini. Kita lanjutkan
ke agenda yang berikutnya," ujar Priyo.
(lh/nrl)

http://us.detiknews.com/read/2011/02/16/134337/1572006/10/pdip-ungkit-tari-perut-di-turki-pks-golkar-ancam-ungkap-aib?9911032

--
"One Touch In BOX"

To post : @googlegroups.com
Unsubscribe : -unsubscribe@@googlegroups.com

"Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan"-- Publilius Syrus

Catatan : - Gunakan bahasa yang baik dan santun
- Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu
- Hindari ONE-LINER
- POTONG EKOR EMAIL
- DILARANG SARA
- Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau
Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda. -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------
"Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan." -- Otto Von Bismarck.
"Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya" -Ali bin Abi Talib.

www.idepintar.blogspot.com

◄ Newer Post Older Post ►
 

© Kini Aku Tahu Powered by Blogger