Kamis, 10 Mei 2012

arsip 2011 | Demokrat Bela Nazaruddin dan Angelina

JAKARTA — Partai Demokrat sudah mengorek keterangan kedua kadernya di
Dewan Perwakilan Rakyat, yaitu Muhammad Nazaruddin dan Angelina Sondakh.
Pemeriksaan ini terkait dengan dugaan kasus suap proyek Wisma Atlet SEA
Games di Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan.

Hasil pemeriksaan, "Sampai saat ini belum ada indikasi keterlibatan
kedua kader kami itu," kata Benny Kabur Harman, Ketua Departemen Hukum
Partai Demokrat, kemarin.

Sebagai ketua tim pencari fakta kasus tersebut, Benny menegaskan bahwa
santernya pemberitaan soal suap hanya imajinasi kelompok tertentu. "Kami
baru akan menanggapi jika ada kete
rangan resmi dari Komisi Pemberantasan Korupsi," ujarnya.

Ketua Departemen Pemberantasan Korupsi Partai Demokrat, Didi Irawady,
berharap Komisi Pemberantasan Korupsi segera menuntaskan kasus tersebut.
"Agar tidak ada fitnah,"kata Didi sembari menambahkan bahwa klarifikasi
terhadap Nazaruddin dan Angelina berlangsung Senin malam.

Angelina merupakan anggota Komisi Olahraga Dewan Perwakilan Rakyat.
Bersama Nazaruddin, Angelina juga tercatat sebagai anggota Badan
Anggaran, yang cukup mengetahui anggaran proyek wisma atlet.

Ketua Komisi Olahraga Dewan Perwakilan Rakyat, Mahyudin, mengatakan kecil
kemungkinan keterlibatan anggotanya dalam kasus suap."Sebab, semua
pembahasan anggaran (wisma atlet) dilakukan secara terbuka,"ujar Mahyudin.

Kasus ini menyeret Nazaruddin, menyusul pengakuan Mindo Rosalina
Manulang, Direktur Marketing PT Anak Negeri. Kepada penyidik Komisi
Pemberantasan Korupsi, Rosa mengatakan Nazaruddin adalah bosnya.

Komisi menangkap Rosa, Wafid, dan Muhammad El Idris, Marketing Manager
PT Duta Graha. Penangkapan berlangsung di kantor Kementerian Olahraga
pada April lalu. Nilai suap itu sekitar Rp 3,2 miliar.

Rosa mengaku pernah bertemu dengan Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahra
ga Wafid Muharam pertengahan tahun lalu. Pertemuan itu membahas proyek
wisma atlet. Nazaruddin lantas merekomendasikan PT Duta Graha sebagai
kontraktornya.

Baik Nazaruddin maupun Angelina membantah terlibat dalam kasus itu.
Namun Nazaruddin mengaku siap diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi.
Angelina juga membantah tudingan meminta "jatah"ke rekanan Kementerian
Olahraga sebagai imbalan jasa memuluskan anggaran proyek.

Anggota Komisi Olahraga lainnya yang disebut-sebut terlibat adalah I
Wayan Koster dari Fraksi PDI Perjuangan. Wayan juga membantah
dikait-kaitkan dalam dugaan suap. ● MUNAWWAROH | FEBRIYAN

http://epaper.korantempo.com/KT/KT/2011/05/11/ArticleHtmls/11_05_2011_003_016.shtml?Mode=1

--
"One Touch In BOX"

To post : @googlegroups.com
Unsubscribe : -unsubscribe@@googlegroups.com

"Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan"-- Publilius Syrus

Catatan : - Gunakan bahasa yang baik dan santun
- Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu
- Hindari ONE-LINER
- POTONG EKOR EMAIL
- DILARANG SARA
- Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau
Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda. -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------
"Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan." -- Otto Von Bismarck.
"Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya" -Ali bin Abi Talib.

www.idepintar.blogspot.com

◄ Newer Post Older Post ►
 

© Kini Aku Tahu Powered by Blogger