Jumat, 18 Mei 2012

"Beleid Transfer Dana Perangi Terorisme"

Bank Indonesia menegaskan bahwa Rancangan Undang-Undang (RUU) Transfer
Dana penting untuk memerangi aktivitas terorisme.
"RUU ini dapat mencegah pembiayaan kegiatan terorisme,"kata Ketua Tim
Pengaturan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Puji Atmoko di gedung Bank
Indonesia, Jakarta, kemarin.

Kelebihan RUU itu adalah adanya ancaman pidana bagi pelanggar. Selama
ini pengiriman uang secara gelap tak dapat dipidana. Tapi dengan
undang-undang ini, pihak yang kedapatan melakukan transfer dana hasil
pencucian uang maupun pembiayaan terorisme diancam hukuman pidana.
"Uang hasil transfer tersebut juga harus dikembalikan,"kata Puji.

Secara internasional, aturan transfer dana sudah direkomendasikan oleh
Financial Action Task Force (FATF). Ini adalah sebuah lembaga
antarpemerintah yang bertujuan memerangi pencucian uang dan pembiayaan
terorisme.
Bank Indonesia berharap Dewan Perwakilan Rakyat segera memproses RUU
yang sudah disampaikan ke Senayan sejak tahun lalu itu.

Beleid itu antara lain berisi sanksi bagi kegiatan usaha pengiriman uang
yang tak berizin usaha. Selain itu, diatur siapa yang bertanggung jawab
bila dana transfer tak sampai. Apalagi Bank Indonesia tidak berwenang
melakukan pengawasan terhadap transfer dana nonbank."Siapa yang
mengawasi transfer nonbank, Bank Indonesia tak cukup kuat untuk
itu,"kata Puji.

Dia menjelaskan bahwa aturan semacam ini telah diterapkan di Amerika
Serikat, Uni Eropa, Australia,Thailand, Malaysia, Singapura, Hong Kong,
Cina, dan Korea Selatan."Adanya kepastian hukum bisa mendorong kegiatan
investasi,"kata dia. FAMEGA SYAVIRA

http://epaper.korantempo.com/KT/KT/2010/05/19/ArticleHtmls/19_05_2010_015_003.shtml?Mode=1

--
"One Touch In BOX"

To post : @googlegroups.com

"Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan"-- Publilius Syrus

Catatan : - Gunakan bahasa yang baik dan santun
- Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu
- Hindari ONE-LINER
- POTONG EKOR EMAIL
- DILARANG SARA
- Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau
Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.
- Berdiskusilah dengan baik dan bijak.
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------
"Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan." -- Otto Von Bismarck.

"Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya" -Ali bin Abi Talib.

www.idepintar.blogspot.com

◄ Newer Post Older Post ►
 

© Kini Aku Tahu Powered by Blogger