Jumat, 03 Agustus 2012

arsip 2011 | BPJS Tak Jamin Penyakit Kronik

BPJS Tak Jamin Penyakit Kronik PDF Print
Thursday, 04 August 2011
JAKARTA– Penerapan Badan Pelaksana Jaminan Sosial (BPJS) sebagai sistem
pembiayaan kesehatan nasional menyeluruh hanya akan mencakup pelayanan
kesehatan dasar. BPJS tidak menjamin jenis penyakit berbiaya tinggi
(kartrosevik).


Menteri Kesehatan (Menkes) Endang Rahayu Sedyaningsih mengatakan, dengan
adanya BPJS,bukan berarti semua penyakit termasuk penyakit kronik
dijamin pemerintah."Jika semuanya kita jamin, dalam waktu singkat
keuangan negara akan tergerus," ungkap Endang seusai menghadiri
pelantikan pengurus kedokteran komunitas di Jakarta kemarin.

Menurut dia, pembatasan ini hasil pembelajaran dari negara- negara
seperti Amerika Serikat dan Brasil yang memiliki pengalaman dalam
penerapan jaminan kesehatan menyeluruh (universal coverage). Dua negara
itu telah menerapkan universal coverage dengan terlalu banyak yang
dijaminkan.

Namun, akhirnya keuangan dua negara tersebut justru terganggu. Karena
itu, Menkes menilai, BPJS harus dimulai dari penjaminan kesehatan
mendasar. Setelah itu akan ditambahkan dengan penjaminan yang
lain.Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan membuat spesifikasi jaminan
kesehatan dasar yang akan dijamin BPJS.

Segala indikasi medis dengan pelayanan yang rasional dan efisien.
Kemenkes akan membuat daftar penyakit apa saja yang akan mendapat
jaminan BPJS. Menkes mengungkapkan, bila melihat berita di media massa,
harapan masyarakat terlalu besar terhadap BPJS. Ada kesan jika BPJS
diterapkan, pasien kartrosevik atau penyakit kronik pasti akan dijamin.

Padahal, tidak demikian. Saat ini jaminan kesehatan masih terbagi-bagi
antara Askes, Jamsostek, Asabri, Jamkesmas, dan Jamkesda. Endang
mengatakan, dengan BPJS, sistem jaminan kesehatan di Indonesia akan
menjadi lebih baik. "Dengan BPJS, kita akan memiliki satu sistem
nasional yang portabilitasnya tinggi,"tandasnya.

Artinya, siapa pun yang sakit, bila orang tersebut berdomisili di
Jakarta,bisa diobati di wilayah lain seperti Sumatera meskipun tidak
termasuk dalam peserta Jamkesmas."Begitu pun untuk orang yang dari Papua
bisa berobat di Jakarta," kata Endang.

Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prijo Sidipratomo
mengatakan, IDI akan ikut memberikan masukan untuk spesifikasi pelayanan
kesehatan dasar yang akan dijamin BPJS.Dia berharap,perhimpunan
kedokteran komunitas juga dapat berperan dalam memberi masukan.

Anggota Komisi IX DPR Rieke Diah Pitaloka mengungkapkan, jika mengacu
pada Undang-Undang Sistem Jaminan Sosial Nasional (UU SJSN), BPJS harus
mengakomodasi seluruh jaminan kesehatan dasar yang meliputi penyuluhan,
pelayanan keluarga berencana (KB), rawat inap, rawat jalan, obat, cuci
darah, dan operasi.

Menurut dia, jika BPJS hanya dibatasi penyakit tertentu, BPJS tidak jauh
lebih baik dari Jamkesmas yang menjamin kesehatan dasar. Politikus PDIP
ini mengatakan, kemungkinan hanya 25% dari alokasi anggaran pemerintah
per tahun yang akan dipakai untuk BPJS ini. Dengan asumsi, orang sakit
tidak secara bersamaan.

"Sebenarnya, negara memiliki kemampuan untuk itu. Bila anggaran tidak
mencukupi, bisa minta tambah ke DPR. Itulah fungsi DPR,"ungkapnya.
Menurut dia, saat ini yang dibutuhkan rakyat adalah kebijakan politik
melalui penganggaran dan sistem yang lebih baik,termasuk
terobosan-terobosan.

Bagaimanapun negara harus berupaya hadir dalam peristiwa di mana rakyat
membutuhkan peran negara untuk melindunginya.Hal ini juga sesuai amanat
undang-undang. "Ini soal political will.Itu harus diperjuangkan dan
diwujudkan," tandasnya. Karena itu,menurut Rieke, seharusnya ke depan
tidak ada lagi orang-orang yang sakit ditolak oleh rumah sakit karena
tidak memiliki biaya.Di sinilah peran negara dibutuhkan.

"Negara harus hadir dalam kesukaran rakyat.Dana-dana sosial dari
masyarakat,urunan untuk membantu sesama,boleh saja, namun bukan berarti
tanggung jawab negara menjadi lalai," tandasnya. dyah ayu pamela

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/418049/

--
"One Touch In BOX"

To post : @googlegroups.com
Unsubscribe : -unsubscribe@@googlegroups.com

"Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan"-- Publilius Syrus

Catatan : - Gunakan bahasa yang baik dan santun
- Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu
- Hindari ONE-LINER
- POTONG EKOR EMAIL
- DILARANG SARA
- Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau
Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda. -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------
"Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan." -- Otto Von Bismarck.
"Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya" -Ali bin Abi Talib.

www.idepintar.blogspot.com

◄ Newer Post Older Post ►
 

© Kini Aku Tahu Powered by Blogger