Minggu, 09 Desember 2012

arsip 2010 | 18 Pelanggaran HAM Lapindo Diabaikan

Hari HAM
18 Pelanggaran HAM Lapindo Diabaikan
Jumat, 10 Desember 2010 | 12:23 WIB
SURYA/SUGIHARTO
Lumpur Lapindo
TERKAIT:

* Tanah Sekitar Kolam Lumpur Kembali Ambles
* Pembayaran Bermasalah
* Wah, Presiden Bicara Lapindo Lagi...
* Korban Lumpur Menginap di Gedung DPRD
* Tidak Sedang Menunggu Godot

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah dinilai mengabaikan rekomendasi
Komnas Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengenai 18 butir pelanggaran
Hak Asasi Manusia dalam kasus lumpur Lapindo. Dengan mengabaikan
rekomendasi tersebut, artinya, pemerintah telah melanggar Undang-
Undang.

Demikian yang disampaikan Komisioner Komnas HAM, Syafruddin Ngulma
Simeulue dalam jumpa pers "Catatan Komnas HAM terhadap situasi HAM
2010, di Hotel Sahid, Jakarta, Jumat (10/12/2010).

"Rekomendasi 18 butir pelanggaran HAM sudah kami sampaikan pada
Presiden dan DPR, tapi tindak lanjutnya belum ada. Padahal dalam
Undang-Undang ada aturan rekomendasi Komnas HAM itu untuk ditindak
lanjuti," katanya.

Adapun pelanggaran-pelanggaran HAM yang ditemukan Komnas HAM dalam
kasus Lapindo antara lain pelanggaran hak atas perumahan, hak
pendidikan, hak anak, hak atas kesehatan, hak perempuan, dan hak
pekerja.

"Ada 18 hak yang tidak ada kaitannya dengan proses hukum seperti hak
anak, tapi harus dipenuhi pemerintah," kata Syafruddin.

Pemerintah, lanjut dia, seharusnya memenuhi hak-hak para korban yang
dilanggar tanpa harus menunggu proses hukum kasus Lapindo selesai atau
menunggu pembuktian adanya dugaan pelanggaran HAM berat.

"Itu harus dipenuhi, dihormati, dilindungi negara. Tidak ada kaitannya
dengan SP3 (Surat Penghentian Proses Penyidikan) perkara itu, proses
hukum pidana atau menunggu dugaan pelanggaran HAM berat," katanya.

Ketua Komnas HAM Ifdhal Kasim menambahkan, pemerintah, baik pusat
maupun daerah merupakan pemangku tanggung jawab utama dalam pemenuhan
HAM warga negara. Namun, peran pemerintah dalam penegakkan HAM,
terutama peran pemerintah daerah, dinilai masih kurang hingga saat
ini.

http://nasional.kompas.com/read/2010/12/10/12232889/18.Pelanggaran.HAM.Lapindo.Diabaikan-5

--
"One Touch In BOX"

To post : @googlegroups.com
Unsubscribe : -unsubscribe@@googlegroups.com

"Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan"-- Publilius Syrus

Catatan : - Gunakan bahasa yang baik dan santun
- Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu
- Hindari ONE-LINER
- POTONG EKOR EMAIL
- DILARANG SARA
- Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau
Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda. -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------
"Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan." -- Otto Von Bismarck.
"Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya" -Ali bin Abi Talib.

www.idepintar.blogspot.com

◄ Newer Post Older Post ►
 

© Kini Aku Tahu Powered by Blogger