Minggu, 09 Desember 2012

arsip 2010 | Akil: Saya atau Dia yang Masuk Penjara

Dugaan Suap di MK
Akil: Saya atau Dia yang Masuk Penjara
Laporan wartawan KOMPAS.com Caroline Damanik
Jumat, 10 Desember 2010 | 12:41 WIB
KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO
Ketua Hakim Konstitusi Mahfud MD didampingi anggota Hakim Konstitusi
Akil Mochtar (kanan) saat memimpin sidang di Gedung Mahkamah
Konstitusi, Jakarta.
TERKAIT:

* MK Laporkan Bupati Simalungun ke KPK
* Cara Mahfud MD Jaga MK Diapresiasi
* Bupati Simalungun yang Coba Menyuap
* Mahfud Batal Mundur dari MK
* Ada Indikasi Mafia Perkara di MK, tapi...

JAKARTA, KOMPAS.com - Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar
mengatakan dirinya memutuskan melaporkan Bupati Simalungun JR Saragih
beserta dua kuasa hukumnya dalam sengketa Pilkada, Refly Harun dan
Maheswara Prabandono, untuk membuktikan apakah dugaan penyuapan dan
pemerasan di MK itu benar atau tidak.

Namun, ia memastikan tak pernah sedikitpun menerima suap, apalagi
memeras dalam menyelesaikan sengketa pilkada Kabupaten Simalungun.
"Hanya dua kemungkinannya, mereka yang masuk penjara atau saya yang
masuk penjara. Kalau bisa dibuktikan, saya bersedia masuk penjara.
Tidak ada urusan. Tapi kalau tidak, mereka yang menuduh harus siap,"
tegasnya dalam keterangan pers di Gedung MK, Jakarta, Jumat
(10/12/2010).

Akil mengatakan, temuan tim investigasi internal MK yang diketuai
Refly Harun menyebut namanya sebagai hakim yang memeras dan menerima
suap dalam penyelesaian kasus sengketa Pilkada Simalungun.

Dalam sidang sengketa pilkada Kabupaten Simalungun, Akil memang
bertindak sebagai ketua panel. Tim investigasi menyebut, Saragih
meminta diskon Rp 1 miliar dari lawyer fee Rp 3 miliar yang ditagih
Refly dan Maheswara. Menurut Saragih, uang Rp 1 miliar itu akan
diberikan kepada hakim MK yang sudah menangani perkaranya.

Kronologis ini pula yang dibeberkan Refly dalam tulisannya di kolom
opini Harian Kompas, 25 Oktober lalu. Akil juga disebut bertemu
langsung dengan Saragih di salah satu rumah sakit di kawasan Jakarta
Selatan dan kediaman pribadi Saragih di kawasan Pondok Indah. Akil
juga diduga menerima uang yang disebut dititipkan melalui sopir
Saragih.

Akil membantah pernah menerima uang tersebut. Bertemu atau berhubungan
saja pun tidak pernah. Dalam siaran televisi nasional tadi pagi,
Saragih juga telah membantah telah dimintai keterangan oleh tim
investigasi internal MK.

"Tim harusnya bisa memeriksa sumber Bupati Simalungun, tapi itu tidak
dilakukan, padahal stasiun televisi bisa melakukan itu. Menurut saya,
laporan investigasi ini masih terlalu sumir untuk menuduh seorang
melakukan tindak pidana. Jadi kita serahkan saja kepada KPK,"
tandasnya.

http://nasional.kompas.com/read/2010/12/10/12415759/Akil.Saya.atau.Dia.yang.Masuk.Penjara-5

--
"One Touch In BOX"

To post : @googlegroups.com
Unsubscribe : -unsubscribe@@googlegroups.com

"Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan"-- Publilius Syrus

Catatan : - Gunakan bahasa yang baik dan santun
- Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu
- Hindari ONE-LINER
- POTONG EKOR EMAIL
- DILARANG SARA
- Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau
Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda. -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------
"Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan." -- Otto Von Bismarck.
"Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya" -Ali bin Abi Talib.

www.idepintar.blogspot.com

◄ Newer Post Older Post ►
 

© Kini Aku Tahu Powered by Blogger